Cinta Harap-Harap Cemas
Jatuh Cinta, kata orang jatuh cinta itu berjuta rasanya tetapi tidak
buatku apalagi orang yang kita suka itu tidak tahu. Jika dibayangkan
bagaimana rasanya suka sama orang selama 3 tahun tapi orang tersebut
tidak tahu, pastinya semua rasa cinta itu akan terasa sakit di hati dan
sangat sulit diucapkan lewat mulut.
Namaku Vena , aku sekarang sudah kelas 3 SMA. Sudah banyak teman yang
aku kenal, sudah banyak pula cowok cowok yang dekat denganku. Tetepi ada
satu yang aku anggap spesial di hatiku. Aku mengenalnya sejak kelas 1
SMA namanya Irvan. Awalnya aku menganggap dia Cuma sebagai teman tetapi
perlakuannya yang spesial darinya membuatku merasakan bahwa dia memiliki
rasa terhadapku.
Kami berdua itu dekat sekali, kedekatan kami berdua membuat
teman-temanku mengira kalau aku pacaran dengan dia. Karena aku saat itu
suka padanya aku tidak membeir respon terhadap gossip itu.
Irvan, Irvan dan Irvan hampir aku selalu ingat dengan namanya, senyuman
manisnya dan perlakuannya yang romantis membuat aku tidak bisa melupakan
namanya. Aku yakin saat itu bahwa Irvan belum punya pacar. Walaupun
rasa sukaku ke Irvan belum tersampaikan ke Irvan.
Ternyata dia memberi harapan buatku , aku senang rasanya, serasa
sebentar lagi aku memiliki Irvan. Setiap istirahat, setiap pulang
sekolah aku selalu melihat senyumya yang manis itu.
Setahun berlalu, kini aku semakin akrab sama dia. Sekarang kita sama
sama kelas 3 SMA walaupun rasa sukaku ke dia belum tersampaikan, waktu
itu aku menunggu dia menyatakan rasa sukanya karena menurutku dia
menyukaiku. Kedekatan kita berdua seperti orang pacaran. Woww banget
gitu.
“Irvan.......” teriakku memanggil dia di depan kelas
“eh Vena, kenapa Ven?” jawabnya sambil menghampiriku
“eeee, gakpapa si, hehe Cuma........”
“Cuma kangen ven, alah tau aku, pasti kangen nih,” gombal dia
Tiba tiba teman temanku menghampiri kami
“ciye ciye ahaide ehem, yng pacaran-pacaran kangen kangenan nih” goda temen-temenku
“Apaan si, enggak “ jawabku
“udah ah Ven, ayok ke kantin” ajak Irvan kepada ku. Wow dengan senang
hati aku mengiyakan ajakannya. Hampir disekolah, di facebook, di
twitter, di sms, selalu akrab bersama.
Waktu kini telah berjalan, entah kenapa salama 1 minggu ini aku jarang
berkomunikasi sama Irvan. Enggak SMS, enggak nge-mention aku gengsi
kalau harus ngesms dia duluan. Akhirnya aku tunggu dia sampai dia dulu
yang mengabariku. Tetapi sudah berminggu-minggu dia gak kasih kabar
apa-apa ke aku. Aku benci Irvan! Aku benci! Sekarang aku mau cuek sama
dia, aku gak mau senyum sama dia. Seterusnya ketika aku ketemu Irvan aku
jaim tanpa ekspresi apapun.
“Vena.... eh kamu udah minta makan-makan ke Irvan belum? “ tanya Rossa kepadaku
“makan-makan? Emang Irvan lagi ngadain apa?
“yah kamu, kan Irvan jadian sama Lena dua hari yang lalu. Aku aja di
kabari Lena tadi pagi, kamu kan sahabatnya Irvan, tagih dia dong doa’in
biar dia langgeng” kata Rosa yang merupakan sahabat Lena
Remuk hatiku saat itu, pecah, pupus harapanku saat itu aku terdiam sejenak serasa hancur.
“masak sih, hem yaudah nanti gampanglah” kataku dengan senyum ke Rossa
walaupun sebenarnya dalam hati ini merasakn pilu yang dalam.
Ternyata Rossa gak tau kalau ada gosip aku dan Irvan. Dia juga gak tau
kalau aku suka suka dan suka sama Irvan. Akhirnya aku coba untuk mencari
informasi kebenaran itu. Ketika aku mau ke perpustakaan aku melihat
Irvan sedang berdua sama Lena. Sontak kaget rasanya hati ini terasa
remuk, sakit dan sakit ternyata Irvan dan Lena jadian! Kenapa Irvan tega
kepadaku, kalau memang dia gak suka sama aku kenapa dia memberi harapan
palsu kepadaku. Aku kira dia suka kepadaku tapi dia ternyata memberi
harapan kosong kepadaku. Irvan jahat!
*****
21 September 2012, hari ini ulang tahun Irvan. Aku jadi keinget tahun
lalu, ketika Irvan ulangtahun aku menemaninya sepanjang hari, dan dia
memberi surprise untukku. Sakit sekali rasanya ketika tahun ini dia
memberikan hatinya buat Lena! Tahun ini aku mengucapkan ulang tahun buat
dia tetapi enggak di respon sama sekali. Oh Tuhan... Irvan membuat aku
hatiku hancur lagi.
‘Irvan happysweet seventeen, semoga kamu gak lupa sama kenangan kita
dulu, dan semoga kamu bahagia bersama Lena bukan Vena’ batinku dalam
hati dan membuat hatiku semakin pilu.
Beranjak beberapa hari aku juga ulang tahun. Tepatnya pada tanggal 28
September 2012, aku juga masih teringat tahun lalu, ketika Irvan
mengucapkan kata-kata romantis kepadaku. Aku masih ingat kata dia
‘Ven tahun besok ketika kamu sweet seventeen aku mau ngasih boneka teddy bear yang besar itu buat kamu’
aku masih ingat banget, dan catatan itu masih aku simpen di buku
diaryku. Kenyataan nya ketika ulangtahunku saat ini dia sama sekali
tidak mengucapkan kepadaku apalagi memberiku sebuah boneka. Sedih
rasanya aku saat itu kenangan itu telah PUPUS dan gak akan mungkin
kembali lagi. Aku udah gak bisa ngerasain lagi betapa sakitnya hatiku.
Betapa mirisnya hatiku.
***
Aku udah nyoba ‘Move On’ ke orang lain yaitu sama Farel. Aku udah jadian
sama Farel, perlahan lahan aku mencoba melupakan kenangan bersama
Irvan. Tetapi walaupun Farel udah romantis dan udah perhatian sama aku
tetep aja aku belum bisa ‘Move On’ dari hatinya Irvan. Maafin aku ya
Farel walaupun aku udah menjadi milikmu tetapi aku belum bisa sepenuhnya
‘Move On’ dari hatinya Irvan. Mungkin aku masih akan tetap menunggu
Irvan. Ternyata Jatuh Cinta itu gak selamanya indah, jika kita terlalu
suka sama seseorang maka kita akan dijatuhkan dengan cinta itu sendiri.
“Move on itu sulit!”
*END
I like it...
BalasHapuslike
BalasHapussip-sip
Hapuslike (Y)
BalasHapussippp..sipppp,
BalasHapusapo yg siiip siip ny ma,,,hehehe
Hapusla dikomen baru dibaco hehehehe
BalasHapusado jugo cinta yg caktu yo ma,,,
eh ad lah bay,dx pernah ngalami yo..hahhaha
BalasHapus